• - Mengucap Syukur Untuk Tenaga pelayan yang telah Tuhan utus Pdt. Tetty Pasaribu, S.Th,telah datang dan siap untuk melayani Tgl 5 April yang lalu,


    - Doakan Sdri.Mira anggota Boom Community yang akan menjalankan operasi pengangkatan daging tumbuh pada tanggannya (Tendon) yang rencananya akan dilaksanakan pada Libur semester II (kalender akademik Univ. Tanjung Pura)Biar Tuhan menguatkan, mencukupkan dana yang dibutuhkan untuk biaya operasi.


    - Doakan Sdri. Hana yang juga akan doperasi Paru-paru. Tapi Hana mempunyai kerinduan ingin mengikuti Ujian bersama teman-temannya sebelum ia menjalani operasi. Doakan biar Tuhan memberikan waktu yang tepat sesuai kehendak-Nya.



    - Doakan Sdr. Beni Tarigan Dalam studi akhir penyusunan skripsi untuk menyelesaikan perkuliahan jenjang S1 fakultas hukum. Biar Tuhan tambahkan hikmat pengertian serta campur tangan Tuhan dalam proses pengajuan judu, penyusunan hingga ujian skripsi.


    - Doakan perkembangan pelayanan BOOM untuk menjangkau jiwa-jiwa muda bagi Kerajaan Allah. secara khusus pengurus, kemajuan iman, semangat dan Tuhan tambahkan hati yang rindu melayani.


    - Doakan Anggota BOOM, dan juga para anak-anak muda di Kalimantan Barat.Sehinga Tuhan memberkati dalam segala aktifisa kehidupan mereka.


    - Doakan Sdr. Ferdi yang memiliki penyakit usus buntu, yang sangat mengganggu aktifitasnya sehari-hari, biar Tuhan nyatakan kuasa atas Ferdi dan menyembuhkan penyaki ini pada waktu Tuhan.


    Bagi teman-teman dan pengunjung yang memiliki pergumulan dan rindu ingin di dokan, dapat mengirimkan pokok doanya ke email filladelfia@yahoo.co.id



    Matius 7:7

Mau atau tidak, that’s all ?

Waktu kita kecil, mungkin pernah disiuruh oleh orang tua untuk pergi ke warung untuk membelikan garam misalnya, tetapi terkadang kita cepat beralasan “wah, cape bu suruh kakak aja” tapi setelah kita berkata demikian eh, malah kita lanjut bermain. Waktu kita beranajak remaja, ketika kita ke sekolah ditanya sama guru kita, “mana PR kamu ?, wah maaf bu saya tidak sempat membuatnya karena sibuk bantu mama jaga warung”, padahal kita sibuk jalan-jalan, waktu kita kuliah ketika ditanya dosen,”apa kamu sudah baca buka yang bapak suruh kamu baca ? dengan muka yang penuh belas kasihan dan tanpa bersalah kita mengatakan, eh...eh...maaf pak  hari rabu kemaren motor saya mogok jadi belum sempat ke perpustakan pak, terus hari kamis kemaren, ada arisan di rumah jadi harus bantu-bantu ibu di rumah pak, dan eh..eh..hari ini juga belum sempat dibaca karena tadi pagi perut saya sakit pak karena kemaren pas arisan dirumah kebanyakan makan cabe...”.
Pertanyaannya yang perlu kita renungkan adalah, semua orang pasti punya pekerjaan, pasti punya banyak kesibukan. Tugas setiap hari pasti ada, nah bagaimana kita harus mengaturnya dengan elok agar semua bisa diselesaikan dengan baik, yang sekolah, kuliah dan kerja pasti menghadapi yang namanya tugas bukan?
Tugas-tugas yang selama ini malas dikerjakan, terasa berat dan membosankan mungkin masalahnya adalah karena kita tidak mempunyai kemauan dan semangat untuk mengerjakanya. Menjadi orang yang mempunyai semangat dan kemauan itu sangat diinginkan oleh setiap orang dan tentu Tuhan, kembali lagi kemaunnya ada atau tidak. Berikut ini beberapa tips agar kita bisa menyelesaikan tugas-tugas kita:

Ubah pola pikir kita, selama kita hidup selalu akan ada tugas apapun profesi kita dan apapun yang kita kerjakan pasti ada tugas yang akan kita emban dan harus kita pertanggung jawabkan sekecil apapun itu. Adakah orang yang hidup di bawah muka bumi ini yang tidak punya tugas ? Tidak ada ! semua punya tugas sesuai dengan kemampuan atau kapasitasnya. Tugas selalu ada, hadapi dan selesaikan tugas tersebut sebelum itu menumpuk dan membebani kita atau orang lain.

Tugas itu penting, lakukan untuk kemuliaan Allah, ketika sudah menyadari bahwa tugas pasti akan selalu ada, maka kita harus  mempunyai kesadaran berarti tugas yang diberikan sangat penting apapun itu. Bahkan waktu kita makan maka ada tugas yang harus kita lakukan bukan, apa tugas itu? ya...kita harus menghabiskan makanan yang kita ambil. Kesadaran diri bahwa tugas yang diterima/apapun yang dilakukan  penting sekecil apapun itu maka ini berarti kita melakukan semuanya itu untuk kemuliaan Allah (bnd.1 Kor.10:31 “Aku menjawab” Jika engkau mkan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”). Allah selalu memberikan kita tugas sesuai dengan porsi dan kemampuan kita, karena Dia adalah Allah yang mengetahui segalanya. Lakukanlah yang terbaik segala tugas di rumah, tugas di sekolah dan tugas di kantor kita, maka ini sama dengan kita sedang memuliakan Allah.

Kuatkan hatimu dan tumbuhkan semangat, kesadaran bahwa tugas itu penting harus didukung oleh hati yang kuat dan semangat yang besar (2 Taw.15:7 “ tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”). Ini berarti sadar bahwa tugas itu penting tidak lah cukup, bukankan kadang banyak diantara kita yang sadar akan tugas-tugas yang diberikan (kapan harus dikumpul, kapan harus selesai) tetapi kadang kita lemah semangat untuk melakukan itu. Hanya ada satu alasan bagi orang percaya untuk mempunyai kemauan dan bersemangat: TUHAN!”. Allah menginginkan kita berkreatifitas, melakukan tugas-tugas kita. Tumbuhkan semangat dan kuatkan hati kita, jika anda mau maka anda pasti bisa melakukan itu. Saat kesadaran diri untuk menguatkan hati dan meningkatkan semangat itu ada, maka pasti kerja keras akan timbul dalam diri seseorang. Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, Pengkhotbah 9:10.

Setiap tugas pasti ada upah, ini orientasi terakhir yang harus kita lihat makanya ditempatkan dibagian terakhir, setiap manusia yang mengubah pola pikirnya tentang tugas, menyadari tugas itu penting untuk kemuliaan Allah dan menguatkan hati serta kemauannya maka akan berprinsip seperti Florance Griffith Joyner, Pemenang Medali Olimpiade “Saya berdoa dengan sunguh-sungguh, bekerja dengan keras, dan selebihnya saya serahkan kepada Tuhan”. Bagian upah adalah bagian Tuhan melalui manusia, jika kita bekerja/melakukan tugas dengan baik tidak mungkin Tuhan menutup mata dan tidak memberikan kita upah apapun bentuknya. Dengan demikian tahap satu sampai tiga ini bagian kita yakni mengubah pola pikir, sadar tugas penting untuk memuliakan Allah dan menumbuhkan semangat biarlah tahap ke-empat itu menjadi bagian Tuhan untuk kita yakni upah.

Dengan empat tahap ini maka marilah kita menjadi orang yang paham akan tugas kita/apapun yang Tuhan percayakan baik PR, makalah, membersihkan rumah, main musik di gereja, mengetik warta jemaat, susun kursi, antar jemput orang, membantu orang lain, makan dan minum, tidur, lagi di warnet, lagi di jalan mengendari kendaraan, cuci baju dan lain sebagainya, mari melakukan yang terbaik. Tumbuhkan kemauan dan semangat dalam hati kita maka kita pasti bisa melakukan yang terbaik. Semuanya untuk kemuliaan Tuhan dan ingat ada upah dari Tuhan yang menunggu setiap orang yang mengerjakan tugasnya dengan baik dan benar. Apakah anda mau atau tidak ?

Posting Oleh Dolfy Mikel Palit

Pertajam PunyaMu....

Pertajam Kepekaan Rohani mu....
kita membutuhkan pertumbuhan rohani, apakah kita hanya akan berakhir di ujung pertobatan (lahir baru kita), tidakkah kita mau naik satu tingkat menuju kepekaan rohani anda? Bandingkan 2 Korintus 13:5,11.

Kita harus segera pasang antena rohani, ini penting untuk dapat menangkap sinyal rohani dari Allah.

kita hanya memilih tutup mulut karena anda takut konfrontasi? Bandingkan Galatia 4:16.

Jika iblis berhasil merampas pikiran-pikiran rohani kita, maka kita pasti bingung dan tak berdaya.

2+2=4 bukan 3, kita sering menambahkan 1 angka ekstra kepada orang yang kita senangi dan terkadang mengurangi 1 angka kepada seseorang karena kita melihat seseorang tidak melalui Roh, bandingkan pemilihan Daud, Samuel melalui bimbingan Allah melihat apa yang di dalam hati bukan perawakan seseorang (2 Sam.16:7, Amsal 4:23). Hati menunjuk kepada aspek internal dari jiwa, terletak pada tingkatan perasaan yang terdalam dan mencatat tanggapan-tanggapan yang paling dalam terhadap hidup. Hanya Tuhan yang adalah Roh dan manusia Tuhan yang memiliki Roh Kudus yang diberikan kepekaan untuk bisa menilai manusia. Ini kuncinya kepekaan rohani kita tidak akan membuat kita menambah 1 angka kepada kebenaran ataupun mengurang satu angka kepada kebenaran itu, 2+2=4 TITIK (Tidak Ingin Tambah, Ingin Kurang)

Kepekaan rohani bisa tumbuh melalui pengalaman, nasihat Ilahi hikmat dari orang yang lebih tua, lebih dewasa dan berpengalaman yang memiliki tingkat rohani yang sama dengan kepekaan rohaninya dan tentu apa kata Firman Tuhan, melalui Firman Tuhan kita belajar mengenal Dia, isi hatiNya, keinginan-Nya, janji-janji-Nya, tujuan hidup anda yang diatur oleh-Nya, contoh takut akan Tuhan Vs Takut akan manusia bandingkan ayat-ayat ini; Amsal 8:13, 10:27, 14:26, 15:33.

Kepekaan sehari-hari sangat sederhana seperti mengetahui ke mana anda harus pergi dan mana yang tidak, kepekaan rohani anda datang dari roh kita yang adalah pusat persekutuan antara kita dan Roh Allah. Tuhan tidak berbicara kepada otak dan emosi kita, Dia berbicara kepada pusat keberadaan kita (roh kita), dari roh kita, maka kita bisa memanifestasikan semua tindakan kita melalui otak dan emosi kita. Melatih kepekaan rohani kita merupakan suatu tindakan penundukan diri terhadap kuasa Roh Kudus dan berbicara melatih berarti harus bayar harga.

Sebelum kita dapat mengalami hal yang lebih mendalam dari Allah, kita terlebih dahulu harus tahu apa yang harus kita lakukan dengan apa yang telah kita  miliki. Karena Allah tidak akan memberi lebih jika kita tidak siap. Bandingkan Ibrani 5:11-14.


Mengembangkan roh manusia, ketika kita lahir baru maka Roh Kudus menciptakan/mengubahkan kembali roh kita, memberikan akses kepada kita untuk mendengar langsung dari Tuhan. Setiap orang memiliki roh oleh sebab itu orang bisa bekerja di dalam alam roh. Tetapi ada dua sisi dalam alam roh yang harus kita tahu yakni roh jahat dan kuasa kegelapan yang pusatnya adalah Setan dan Kuasa Roh Kudus yang dari Allah yang Mahabenar. Oleh sebab itu bertobatan/lahir baru itu adalah pekerjaan Tuhan yang harus kita minta bukan karena pekerjaan manusia. Roh Kudus yang mampu merubahkan roh seseorang. Menobatkan orang adalah pekerja Tuhan, pengajaran untuk bertumbuh secara roh adalah bagian para Hamba Tuhan dan komitmen mengembangkan kerohanian adalah bagian kita.

Kekuatan roh kita ditentukan oleh tingkat penundukan diri kita kepada Tuhan. Berdoa dan baca Firman Tuhan harus menjadi gaya hidup anda dan ini terjadi hanya ketika kita mau tunduk kepada Tuhan.
 
Jiwa manusia terdiri atas kehendak, emosi, intelek, imajinasi dan ingatan, jika roh kita kuat maka akan menginspirasikan dan mempengaruhi jiwa kita. Roh kita yang diubahkan Roh Kudus yang mengendalikan jiwa anda bukan sebaliknya, bandingkan Galatia 5:16-26.

Bila Roh Kudus memimpin kehidupan rohani kita, maka Dia akan hidup dalam kepribadian kita di bawah otoritas itu kepribadian diubah menjadi karakter.

Kepekaan dari roh adalah mutlak memiliki kedamaian dan kestabilan, ketika jiwa mencoba mengambil kendali dalam hal-hal rohani, kita selalu menemukan kecemasan dan kecurigaan. Kecurigaan dan menghakimi adalah suara jiwa, kepekaaan adalah suara dari roh. Kecurigaan datang dari penguasaan jiwa di dalam hidup kita caranya dengan kita telah dilukai dan disakiti di masa lalu dan kita tidak pernah mengizinkan Tuhan menyembuhkan kita. Kepekaan bukanlah perasaan, kepekaan adalah pengetahuan, faktanya semua hal-hal rohani adalah pengetahuan sedangkan kebanyakan hal-hal jiwani adalah “saya rasa,” “saya pikir.” Atau “saya tidak tahu.” Jika jiwa ingin mengendalikan roh maka kita tidak akan berani menyatakan kebenaran bahwa 2+2=4 kepada siapa saja.

Kepekaan rohani yang akurat dapat dipelajari dan hanya diperoleh melalui latihan, sementara kita melakukan latihan kita mungkin melakukan kesalahan, mintalah maaf dan ini jadi pengetahuan untuk terus mengasah kepakaan kita


Tetap waspada secara rohani adalah penting, waspada secara rohani adalah tetap berjaga-jaga dan sensitif terhadap apa yang Tuhan katakan atau tunjukkan kepada kita, terbuka bagi koreksi, penyesuaian dan penyelarasan dalam hidup kita. Periksa jiwa kita dan berhentilah membandingkan diri kita dan orang lain, bertumbuhlah dan lurus dalam kebenaran.

Bagaimana kita membedakan sifat dan karakteristik dari Iblis ? 
Ingat manifestasi apa saja yang bertentangan dengan Firman Tuhan dan kehidupan Tuhan adalah dari iblis atau kedagingan (keinginan jiwa yang menguasai roh anda) yang tidak terkendali. Beberapa faktanya.

  1. Tujuan pertama dari Iblis adalah menghalangi tujuan Tuhan.
  2. Iblis dapat menyebabkan berbagai penyakit dan penderitaan fisik
  3. Iblis berusaha membingungkan dan memutarbalikkan Firman untuk menutupi suatu kebohongan
  4. Iblis berusaha menarik perhatian dan ingin disembah
  5. Iblis tidak bisa berada lebih dari satu tempat pada waktu yang sama
  6. Iblis dapat mendengar dan berbicara
  7. Iblis memang memiliki kekuatan supranatural, tetapi tidak mahakuasa
  8. Iblis paling senang bila memiliki tempat kediaman: tinggal di dalam tubuh manusia, hewan, rumah, pohon dan sebagainya.
Jika karakter rohani kita tidak berkembang, kita akan buta secara rohani, 
2 Petrus 1:1-9

o Dan kepada kebajikan, pengetahuan
o Dan kepada pengetahuan, penguasaan diri
o Kepada penguasaan diri, ketekunan
o Dan kepada ketekunan, kesalehan
o Dan kepada kesalehan, kasih akan saudara-saudara
o Dan kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang

Ujilah segala sesuatu dan peganglah kebaikan (1 Tesalonika 5:21), menguji segala sesuatu merupakan bagian aktif dari kehidupan orang percaya. Menguji adalah sebuah perintah bukan suatu pilihan (1 Yohanes 4:1). Bukan semua hal berasal dari Tuhan, jangan menjadi orang yang lapar rohani yang menelan apa saja di hadapan kita, kita harus waspada terhadap hal kita membuka roh kita, bila kita kurang kuat untuk menolak dan lari, maka pekerjaan Iblis tersebut akan masuk kedalam kita. Bukan berarti status sorang hamba Tuhan atau kelihatan baik dan ramah menjadikan dia orang yang diurapi dan bahkan mengenal Tuhan. Ingat ujilah segala sesuatu, ini PERINTAH TUHAN, sebab Iblispun bisa menyamar menjadi malaikat terang (
2 Korintus 11:14).

Kelesuan, kecerobohan tentang hal-hal Tuhan dan ketidakterikatan dengan Roh-Nya akan menumpulkan kepekaan rohani anda. Kelesuan adalah sikap yang masa bodoh dan tidak bersemangat, orang yang lesu tidak perduli dengan kegerakan Allah. Kecerobohan adalah sikap yang suam-suam kuku dan lemah terhadap Roh dan hukum-hukum rohani. Kecerobohan itu datang dengan anda bergaul erat dengan orang-orang yang memiliki sedikit pengetahuan tentang Firman. Ketidakterikatan dengan Roh Allah adalah tidak menghormati hadirat-Nya karena tidak memiliki konsep tentang hal-hal rohani, kita harus belajar bertahan dan menanti-nantikan.

o Jika kita kehilangan kewaspadaan dan kegairahan untuk Tuhan, itu berarti kita sedang mundur:
o kita mengizinkan sesuatu yang berharga menjadi biasa saja
o kita kehilangan alasan untuk berdoa terus-menerus danmembuatnya menjadi rutinitas.
o kita sudah lupa seperti apa hidup tanpa Tuhan
o kita berusaha tetap wajar seperti semua orang si sekita kita, namun tanpa tujuan dalam kondisi kita    sekarang
o kita benar-benar disesatkan dengan apa yang kita lihat dan yang membuat kita merasa tidak enak.


Disadur dari ikhtisar buku: PERTAJAM KEPEKAAN ANDA, KETIKA HIDUP SEOLAH ABU-ABU, WASPADALAH KEBENARAN TETAP HITAM DAN PUTIH, Robert Liardon, Jakarta, Penerbit: Metanoia 1998. Posting By Dolfi Mikel Palit




Kesukaan Dalam Penderitaan

Habakuk 3:16-19

“Aku bersorak-sorak didalam Tuhan, beria-ria didalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakuk 3:18)

Sebagai  orang percaya kita pernah mengalami persoalan hidup. Nabi Habakuk pun mengalami persoalan seperti kita walaupun ia adalah seorang hamba Tuhan dan sebagai Nabi Allah. Tapi yang membedakannya adalah bagaimana menanggapi persoalan tersebut. Habakuk menanggapinya sebagai kesukaan bagi dirinya.

Habakuk memiliki karunia bermain musik dan sekaligus adalah seorang  penyanyi. Ia sering bernyanyi dalam Bait Allah. Dan juga dikatakan bahwa ia adalah orang yang benar. Ini menunjukkan bahwa nabi Habakuk adalah orang baik. Ia suka bergaul dengan Allah. Didalam kesukaan maupun didalam penderitaan yang ia hadapi, ia tetap memuji Tuhan.
Guys, ada dua rahasia yang dapat kita pegang dalam hidup kita supaya kita dapat bersuka dalam penderitaan.

Pertama, kita harus tetap mengandalkan Tuhan. Habakuk tahu siapa yang diandalkan dalam hidupnya.  Habakuk mengandalakan Tuhan karena ia sudah merasakan bagaimana kuatnya Allah dalam menolong dirinya dari musuh-musuhnya (ayat 13c). Dalam susah maupun senang ia tetap mengandalkan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan keselamatannya. Ini berarti ia tidak mengandalkan diri sendiri dalam menghadapi persoalan hidupnya.

Kedua,  percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Nabi Habakuk tahu kepada siapa ia percaya. Ia tahu bahwa kepercayaannya kepada Tuhan tidak sia-sia. Ia yakin bahwa Tuhan sanggup menolong dia. Sekecil atau  Sebesar apapun persoalan dan penderitaan yang Habakuk alami tidak menjadi persoalan baginya, sebab Allah menyertai Habakuk (ayat.19)

Guys, itulah kunci keberhasilan dalam menghadapi persoalan hidup kita untuk tetap bersuka didalam Tuhan. Andalkan Tuhan dan percaya kepadanya, maka ia akan membuat kita bersukacita sekalipun didalam penderitaan.


Coright by HAMADA...

Dengan Doa

Matius 7:7-11

"Mintalah, maka akan diberikan...Carilah, maka akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan..."
(Matius 7:7)

Kisah seorang wanita bernama Clara. Siang malam Clara hanya diam di dalam kamar saja. Dia mengalami tekanan yang cukup dalam. Karena rencana pernikahannya batal. Namun pada suatu saat Tuhan singkapkan siapa calon tunangannya sebenarnya.

Ternyata, tanpa diketahui oleh Clara, tunangnannya telah menikah dengan wanita lain yang tidak ia kenal di suatu kota. Berita ini di dia dapat dari tante tunangannya yang cukup dekat dengan Clara. Berita ii membuatnya terpukul dan hampir depresi.. Namun ia tetap kuat karena ia selalu menceritakannya kepada Tuhan didalam doa. Memang dia terluka, namun hal tersebut tidak membuat dia putus harapan, melainkan ia terus percaya penuh kepada Tuhan.

Guys, apakah kita pernah mengalamihal seperti ini, atau bukan masalah seperti ini melainkan sakit penyakit, masalah keluarga, keuangan, akademik dan lain sebagainya...?! 
lalu, jika kita mengalami hal demikian apa yang akan kita lakukan?

Renungan kali ini berbicara tentang doa. Bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah kita, yang mungkin mengganggu aktifitas  dan pikiran kita?!

1. Mintalah, Carilah, Ketoklah (ayat 7)
Ketiga kata kerja ini, berbisara mengenai sikap yang dilakukan secara terus menerus, berulang-ulang, dan dengan segenap hati. Berarti kita dapat mengatasi masalah kita dengan datang kepada Tuhan (bukan kepada manusia ) manusia hanya memberikan solusi tapi Tuhan bertindak menyelesaikan sesuai dengan waktunya. Minta dan terus mencari kehendak Tuhan atas keadaan yang sedang kita alami dalam doa dengan tidak putus asa.

2. Yakin akan pertolongan Tuhan (ayat 8)
Yakin, gak boleh setengah-setengah, karena Allah, melihat hati dan kesungguhan kita. Ia dapat menolong kita lebih cepat dari yang kita bayangkan, dan bahkan ia menolong dengan caranya yang ajaib.

3. Percaya, bahwa apa yang Tuhan berikan adalah yang terbaik (ayat 9)
Percaya berarti tidak ada keraguan sedikitpun. Hal ini juga digambarkan dengan kasih seorang ayah  yang jahat sekalipun dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, apa lagi Bapa di Sorga. Apa yang direncanakan Allah bagi kita adalah selalu yang terbaik tidak ada yang buruk ( Amin? )

So, guys yang ca'em, Allah sangat mengasihi kita lebih dari siapapun. Jadi jangan lari kemana-mana lagi kalau ada masalah, ada Tuhan yang selalu siap menjadi teman curhat kita, yang siap menyelesaikan masalah kita. Doa adalah cara terbaik dalam menyelesaikan masalah kita! Dengan doa, Allah dapat menolong kita menyatakan sesuatu yang tidak kita ketahui.


Sumber Renungan Remaja & Pemuda HAMADA

Tidak Pernah Menyentuh

Amsal 17:22

"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengertingkan tulang"
(Amsal 17:22)

Guys, ada sebuah cerita dari seorang dosen disebuah kota. ia menceritakan bahwa diantara para mahasiswanya ada seorang pemuda yang kemanapun ia pergi selalu menggunakan kruk. Pemuda ini memiliki optimisme yang tinggi dan talenta bergaul yang sangat luar biasa yang di hormati dan disegani oleh teman-temannya. Ia menderita "infatile paralusis" (penyakit lumpuh yang menyerang anak-anak). Ketika ia ditanya bagaimana ia bisa mengahadapi dunia dengan berani. jawabnya "Ooh, penyakit itu gak pernah menyentuh hati gw"

Guys, kali ini kita merenungkan tentang hati. Hati 9jantung) dalam bahasa aslinya disebut lev atau levev yang berarti pusat kehidupan. Segala sesuatu yang terjadi didalam diri manusia, berawal dari hati. Oleh sebab itu, Amsal menuliskan bahwa hati yang gembira adalah obat. Ini menunjukkan bahwa hati memegang peranan penting. Telah diselidiki bahwa orang-orang yang senang tertawa jarang di temukan penyakit dalam tubuhnya ( asal jangan ketawa2 sendiri )

Seorang Ibu di Amerika mengatakan bahwa, kebahagiaan bukanlah berasal sikap dan kebaikna dari suaminya, tetapi dirinya sendiri yang memutuskan untuk memiliki kebahagiaan dan kegembiraan itu.

Nah guys, ada banyak hal dalam kehidupan ini yang dapat membuat kita stress, marah, kecewa, dll. Namun memiliki hati yang gembira bukanlah sebuah perasaan melainkan sebuah keputusan. 

So, pilihan ada pada kita, apakah semua peristiw yang terjadi selalu menyentuh kita, atau kita ambil keputusan untuk peristiwa yang pahit dan menyedikan itu yang menjadi beban pikiran itu tidak menyentuh hati kita?! Tandan orang yang memiliki hati yang gembira senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupannya, karena ia tahu bahwa Allah merencanakan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.