Ayub 1:1-22
"Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujutlah ia dan menybah".
Guys, kali ini BC akan mengajak kita untuk belajar dari teladan seorang hamba Tuhan yang luarbiasa diberkati Tuhan karena kesetiaannya. Yuups, betul ! Ayub namanya. Alkitab mencatat bahwa Ayub adalah orang yang saleh, jujur dan yang ga kalah kerennya ia Takut kepada Allah en ga kompromi dengan dosa ( Ayub 1:1). masih ada ga ya orang seperti ini di jaman sekarang??! hik..hik...BC percaya kalian pasti lebih dari om ayub ini. "amin".
Tau ga guys, akibat dari kesetiaannya Ayub diberkati Tuhan dalam kehiupanya wew!!! keyen. mari kita baca Ayub 1:2-3 cekidot !
Karena begitu banyak kekayaannya sehingga Ayub dikatakan sebagai orang yang terkaya dari semua orang di sebelah Timur. Ini membuktikan bahwa Tuhan kita selain kaya, Ia bukan Tuhan yang pelit en egois. Dia ga menikmati kekayaannya sendiri en Dia memperhitungkan kehidupan kita, Burung pipit aja dia pelihara apa lagi kita anak-anak-Nya. Tapi ga selalu didalam Tuhan kita akan senang, "bingung?" mari kita lihat kisah Ayub selanjutnya (Ayub 1:13-14) Satu persatu harta Ayub yang begitu banyak habis "Ayub bukan bangkrut", bahkan kesepuluh anaknya yang cantik en ganteng itu juga ikut mati. keadaan Ayub saat itu sangat terpuruk, bahkan Alkitab mencatat bahwa Ayub juga terkena penyakit yang sangat ganas(Ayub 2:7). semua orang meninggalkan dia, wah, jika dibayangkan keadaan Ayub ini sangat memprihatinkan, Ayub yang dulunya kaya, hidup dalam kemegahan tiba-tiba miskin dan ga punya apa-apa, bisa dikatakan Ayub sudah tidak berguna saat itu.Tapi apa yang dilakukan Ayub ketika menghadapi situasi yang sulit ini? (Ayub 1: 20) Ayub ga complaint sama Tuhan, dia ga menyalahkan Tuhan dan malah memuji Tuhan ( Ayub 1:21-22) "Give applous 2 Ayub" Prok...prokk..prok...!
STOP ! Kita lanjut lagi.
Hmm...guys BC hampir menangis waktu baca kisah Ayub ini, "lagi sakit mata, hik..hik..hikk.." Gimana kalau situasi yang dirasakan Ayub ini nyata dalam hidup kita, kebayang ga sih?! BC aja kehilangan 1 handphon udah seperti kehilangan 1 berlian, apa lagi Ayub kehilangan banyak kekayaan en terlebih anak-anak yang disayanginya. Tentunnya Ayub sangat terpukul dengan kejadian itu, Tapi Ayub punya komitmen bahwa ga ada yang lebih berharga dari Allah yang ia percayai, ga ada yang lebih setia dari Allah, ga ada yang lebih mengasihi dari Allah en ga ada yang lebih bisa mengertinya dari Allah "Amin"
Guys, munkin pergumulan kita ga seberat Ayub, tantangan dalam pelayanan kita ga seperti Saulus ( Kisah Para Rasul ) mungkin saat ini kita hanya mengalami sedikit kendala dalam pelayanan kita, hanya masalah kecil yang kita anggap itu besar sehingga menjadi batu penghalang bagi kita untuk tetap setia, lebih buruknya itu menjadi alasan bagi kita untuk meninggaklan Tuhan dan pelayanan kita. Ingat, Tuhan ga akan membiarkan kita sampai terjatuh. (Ayub 1:12) Setiap tantangan en masalah yang terjadi di tengah-tengah pelayanan kita itu bukan berati Tuhan ga memperhatikan kita atau Tuhan udah sombong sama kita, justru Tuhan lagi fokus terhadap kita. perhatikan perbincangan Allah dengan Iblis dalam Ayub 1:6-12. Allah hanya ingin menguji kesetiaan kita, Ia sedang membentuk karakter iman kita, mental kita dan membuat kita semakin kuat, sehingga kita mampu jika Allah memberikan tanggung jawab yang lebih dari sebelumnya.
So, sekarang waktunya untuk melihat pribadi kita masing dengan belajar dari keteladanan Ayub, minta ampun sama Tuhan jika selama ini kita mulai menyalahkan Tuhan en mau coba-coba untuk tidak setia saat masalah atau tantangan terjadi dalam hidup kita. alasan-asalan konyol yang membuat kita jauh dari Tuhan, membuat kita patah semnagat melayani Tuhan.
"Tuhan kan ga memperhatikan kami, toh pelayanan kami seperti ini"
"Ko, jadi begini, ko bisa"
"Udahlah mendingan gw cukup sampai disini aja"
"cape gw, tiap hari pelayanan tapi gw ga diberkati"
"cape2 setia tapi kayaknya Tuhan ga tau deh kalau aku setia mati2" an?!"
Jangan cepat menyimpulkan sesuatu. Ingat jalan Tuhan ga bisa terselami oleh manusia. mungkin pelayanan kita seperti ini karna karna kita ga sungguh-sungguh melayani, atau bisa jadi begini dan begitu, pelayanan kita ga diberkati, ga bertumbuh padahal kita udah mati-matian setia karna diri kita sendiri. Kita koreksi diri kita apakah kita sudah benar dihadapa Tuhan, apakah pelayanan kita berkanan buat Tuhan, apakah kesetiaan kita dilandasi Takut akan Tuhan? karena ga cukup jika kita hanya setia tetapi kita ga takut Sama Tuhan, sama aja bohong kan?
Ambil waktu bersama Tuhan, ngomong secara pribadi sama Tuhan ( berdoa ) dan ambil keputusan untuk tetap setia sama Tuhan, maka Tuhan akan memeperhitungkan kesetiaan kita, seprti Ayub, Tuhan memperhitungkan kesetiaan Ayub dan mengembalikan seluruh kepunyaannya yang sudah hilang bahkan Alkitab mencatat dua kali lipat Allah berikan kepada Ayub. Allah memberkati Ayub hingga ia mati ( Ayub 42:10-17 ). Allah juga akan memberkati kita saat kita sabar dan setia kepada Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar