Pertajam Kepekaan Rohani mu....
kita membutuhkan pertumbuhan rohani, apakah kita hanya akan berakhir
di ujung pertobatan (lahir baru kita),
tidakkah kita mau naik satu tingkat menuju kepekaan rohani anda? Bandingkan 2 Korintus 13:5,11.
Kita harus segera pasang antena rohani, ini penting untuk dapat menangkap sinyal rohani dari Allah.
kita hanya memilih tutup mulut karena anda takut konfrontasi? Bandingkan Galatia 4:16.
Jika iblis berhasil merampas pikiran-pikiran rohani kita, maka kita pasti bingung dan tak berdaya.
2+2=4 bukan 3,
kita sering menambahkan 1 angka ekstra kepada orang yang kita senangi dan terkadang mengurangi 1 angka kepada seseorang karena kita melihat seseorang tidak melalui Roh, bandingkan pemilihan Daud, Samuel melalui bimbingan Allah melihat apa yang di dalam hati bukan perawakan seseorang (2 Sam.16:7, Amsal 4:23). Hati menunjuk kepada aspek internal dari jiwa, terletak pada tingkatan perasaan yang terdalam dan mencatat tanggapan-tanggapan yang paling dalam terhadap hidup. Hanya Tuhan yang adalah Roh dan manusia Tuhan yang memiliki Roh Kudus yang diberikan kepekaan untuk bisa menilai manusia.
Ini kuncinya kepekaan rohani kita tidak akan membuat kita menambah 1 angka kepada kebenaran ataupun mengurang satu angka kepada kebenaran itu, 2+2=4 TITIK (Tidak Ingin Tambah, Ingin Kurang)
Kepekaan rohani bisa tumbuh melalui pengalaman, nasihat Ilahi hikmat dari orang yang lebih tua, lebih dewasa dan berpengalaman yang memiliki tingkat rohani yang sama dengan kepekaan rohaninya dan tentu apa kata Firman Tuhan, melalui Firman Tuhan kita belajar mengenal Dia, isi hatiNya, keinginan-Nya, janji-janji-Nya, tujuan hidup anda yang diatur oleh-Nya, contoh takut akan Tuhan Vs Takut akan manusia bandingkan ayat-ayat ini; Amsal 8:13, 10:27, 14:26, 15:33.
Kepekaan sehari-hari sangat sederhana seperti mengetahui ke mana anda harus pergi dan mana yang tidak,
kepekaan rohani anda datang dari roh kita yang adalah pusat persekutuan antara kita dan Roh Allah. Tuhan tidak berbicara kepada otak dan emosi kita, Dia berbicara kepada pusat keberadaan kita (roh kita), dari roh kita, maka kita bisa memanifestasikan semua tindakan kita melalui otak dan emosi kita.
Melatih kepekaan rohani kita merupakan suatu tindakan penundukan diri terhadap kuasa Roh Kudus dan berbicara melatih berarti harus bayar harga.
Sebelum kita dapat mengalami hal yang lebih mendalam dari Allah, kita terlebih dahulu harus tahu apa yang harus kita lakukan dengan apa yang telah kita miliki. Karena Allah tidak akan memberi lebih jika kita tidak siap. Bandingkan Ibrani 5:11-14.
Mengembangkan roh manusia,
ketika kita lahir baru maka Roh Kudus menciptakan/mengubahkan kembali roh kita, memberikan akses kepada kita untuk mendengar langsung dari Tuhan. Setiap orang memiliki roh oleh sebab itu orang bisa bekerja di dalam alam roh. Tetapi ada dua sisi dalam alam roh yang harus kita tahu yakni
roh jahat dan kuasa kegelapan yang pusatnya adalah Setan dan
Kuasa Roh Kudus yang dari Allah yang Mahabenar. Oleh sebab itu bertobatan/lahir baru itu adalah pekerjaan Tuhan yang harus kita minta bukan karena pekerjaan manusia. Roh Kudus yang mampu merubahkan roh seseorang. Menobatkan orang adalah pekerja Tuhan, pengajaran untuk bertumbuh secara roh adalah bagian para Hamba Tuhan dan komitmen mengembangkan kerohanian adalah bagian kita.
Kekuatan roh kita ditentukan oleh tingkat penundukan diri kita kepada Tuhan. Berdoa dan baca Firman Tuhan harus menjadi gaya hidup anda dan ini terjadi hanya ketika kita mau tunduk kepada Tuhan.
Jiwa manusia terdiri atas
kehendak,
emosi,
intelek, i
majinasi dan ingatan, jika roh kita kuat maka akan menginspirasikan dan mempengaruhi jiwa kita. Roh kita yang diubahkan Roh Kudus yang mengendalikan jiwa anda bukan sebaliknya, bandingkan Galatia 5:16-26.
Bila Roh Kudus memimpin kehidupan rohani kita, maka Dia akan hidup dalam kepribadian kita di bawah otoritas itu kepribadian diubah menjadi karakter.
Kepekaan dari roh adalah mutlak memiliki kedamaian dan kestabilan, ketika jiwa mencoba mengambil kendali dalam hal-hal rohani, kita selalu menemukan kecemasan dan kecurigaan. Kecurigaan dan menghakimi adalah suara jiwa, kepekaaan adalah suara dari roh. Kecurigaan datang dari penguasaan jiwa di dalam hidup kita caranya dengan kita telah dilukai dan disakiti di masa lalu dan kita tidak pernah mengizinkan Tuhan menyembuhkan kita.
Kepekaan bukanlah perasaan, kepekaan adalah pengetahuan, faktanya semua hal-hal rohani adalah pengetahuan sedangkan kebanyakan hal-hal jiwani adalah “saya rasa,” “saya pikir.” Atau “saya tidak tahu.”
Jika jiwa ingin mengendalikan roh maka kita tidak akan berani menyatakan kebenaran bahwa 2+2=4 kepada siapa saja.
Kepekaan rohani yang akurat dapat dipelajari dan hanya diperoleh melalui latihan, sementara kita melakukan latihan kita mungkin melakukan kesalahan, mintalah maaf dan ini jadi pengetahuan untuk terus mengasah
kepakaan kita
Tetap waspada secara rohani adalah penting, waspada secara rohani adalah tetap berjaga-jaga dan sensitif terhadap apa yang Tuhan katakan atau tunjukkan kepada kita, terbuka bagi koreksi, penyesuaian dan penyelarasan dalam hidup kita. Periksa jiwa kita dan berhentilah membandingkan diri kita dan orang lain, bertumbuhlah dan lurus dalam kebenaran.
Bagaimana kita membedakan sifat dan karakteristik dari Iblis ?
Ingat manifestasi apa saja yang bertentangan dengan Firman Tuhan dan kehidupan Tuhan adalah dari iblis atau kedagingan (keinginan jiwa yang menguasai roh anda) yang tidak terkendali. Beberapa faktanya.
- Tujuan pertama dari Iblis adalah menghalangi tujuan Tuhan.
- Iblis dapat menyebabkan berbagai penyakit dan penderitaan fisik
- Iblis berusaha membingungkan dan memutarbalikkan Firman untuk menutupi suatu kebohongan
- Iblis berusaha menarik perhatian dan ingin disembah
- Iblis tidak bisa berada lebih dari satu tempat pada waktu yang sama
- Iblis dapat mendengar dan berbicara
- Iblis memang memiliki kekuatan supranatural, tetapi tidak mahakuasa
- Iblis paling senang bila memiliki tempat kediaman: tinggal di dalam tubuh manusia, hewan, rumah, pohon dan sebagainya.
Jika karakter rohani kita tidak berkembang, kita akan buta secara rohani,
2 Petrus 1:1-9
o Dan kepada kebajikan, pengetahuan
o Dan kepada pengetahuan, penguasaan diri
o Kepada penguasaan diri, ketekunan
o Dan kepada ketekunan, kesalehan
o Dan kepada kesalehan, kasih akan saudara-saudara
o Dan kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang
Ujilah segala sesuatu dan peganglah kebaikan (1 Tesalonika 5:21), menguji segala sesuatu merupakan bagian aktif dari kehidupan orang percaya. Menguji adalah sebuah perintah bukan suatu pilihan (1 Yohanes 4:1). Bukan semua hal berasal dari Tuhan, jangan menjadi orang yang lapar rohani yang menelan apa saja di hadapan kita, kita harus waspada terhadap hal kita membuka roh kita, bila kita kurang kuat untuk menolak dan lari, maka pekerjaan Iblis tersebut akan masuk kedalam kita. Bukan berarti status sorang hamba Tuhan atau kelihatan baik dan ramah menjadikan dia orang yang diurapi dan bahkan mengenal Tuhan. Ingat ujilah segala sesuatu, ini PERINTAH TUHAN, sebab Iblispun bisa menyamar menjadi malaikat terang (
2 Korintus 11:14).
Kelesuan, kecerobohan tentang hal-hal Tuhan dan ketidakterikatan dengan Roh-Nya akan menumpulkan kepekaan rohani anda. Kelesuan adalah sikap yang masa bodoh dan tidak bersemangat, orang yang lesu tidak perduli dengan kegerakan Allah. Kecerobohan adalah sikap yang suam-suam kuku dan lemah terhadap Roh dan hukum-hukum rohani. Kecerobohan itu datang dengan anda bergaul erat dengan orang-orang yang memiliki sedikit pengetahuan tentang Firman. Ketidakterikatan dengan Roh Allah adalah tidak menghormati hadirat-Nya karena tidak memiliki konsep tentang hal-hal rohani, kita harus belajar bertahan dan menanti-nantikan.
o Jika kita kehilangan kewaspadaan dan kegairahan untuk Tuhan, itu berarti kita sedang mundur:
o kita mengizinkan sesuatu yang berharga menjadi biasa saja
o kita kehilangan alasan untuk berdoa terus-menerus danmembuatnya menjadi rutinitas.
o kita sudah lupa seperti apa hidup tanpa Tuhan
o kita berusaha tetap wajar seperti semua orang si sekita kita, namun tanpa tujuan dalam kondisi kita sekarang
o kita benar-benar disesatkan dengan apa yang kita lihat dan yang membuat kita merasa tidak enak.
Disadur dari ikhtisar buku: PERTAJAM KEPEKAAN ANDA, KETIKA HIDUP SEOLAH ABU-ABU, WASPADALAH KEBENARAN TETAP HITAM DAN PUTIH, Robert Liardon, Jakarta, Penerbit: Metanoia 1998. Posting By
Dolfi Mikel Palit