• - Mengucap Syukur Untuk Tenaga pelayan yang telah Tuhan utus Pdt. Tetty Pasaribu, S.Th,telah datang dan siap untuk melayani Tgl 5 April yang lalu,


    - Doakan Sdri.Mira anggota Boom Community yang akan menjalankan operasi pengangkatan daging tumbuh pada tanggannya (Tendon) yang rencananya akan dilaksanakan pada Libur semester II (kalender akademik Univ. Tanjung Pura)Biar Tuhan menguatkan, mencukupkan dana yang dibutuhkan untuk biaya operasi.


    - Doakan Sdri. Hana yang juga akan doperasi Paru-paru. Tapi Hana mempunyai kerinduan ingin mengikuti Ujian bersama teman-temannya sebelum ia menjalani operasi. Doakan biar Tuhan memberikan waktu yang tepat sesuai kehendak-Nya.



    - Doakan Sdr. Beni Tarigan Dalam studi akhir penyusunan skripsi untuk menyelesaikan perkuliahan jenjang S1 fakultas hukum. Biar Tuhan tambahkan hikmat pengertian serta campur tangan Tuhan dalam proses pengajuan judu, penyusunan hingga ujian skripsi.


    - Doakan perkembangan pelayanan BOOM untuk menjangkau jiwa-jiwa muda bagi Kerajaan Allah. secara khusus pengurus, kemajuan iman, semangat dan Tuhan tambahkan hati yang rindu melayani.


    - Doakan Anggota BOOM, dan juga para anak-anak muda di Kalimantan Barat.Sehinga Tuhan memberkati dalam segala aktifisa kehidupan mereka.


    - Doakan Sdr. Ferdi yang memiliki penyakit usus buntu, yang sangat mengganggu aktifitasnya sehari-hari, biar Tuhan nyatakan kuasa atas Ferdi dan menyembuhkan penyaki ini pada waktu Tuhan.


    Bagi teman-teman dan pengunjung yang memiliki pergumulan dan rindu ingin di dokan, dapat mengirimkan pokok doanya ke email filladelfia@yahoo.co.id



    Matius 7:7

SWEET OFFERING

Setiap orang yang mau menyenangkan hati Tuhan itu selalu memiliki keinginan untuk selalu bisa memberikan segala sesuatu itu yang terbaik, bahkan nantinya tidak menutup kemungkinan pergumulan hidupnya, semakin hari akan semakin jelas persembahan hidup yang diberikan kepada Tuhan. Banyak orang berkata ini sebagai panggilan untuk orang-orang tertentu, padahal tidaklah demikian, harus dimulai dari yang kecil terlebih dulu, baru bisa mempersembahkan seluruh hidupnya. Dalam prakteknya semua cara-cara Tuhan itu selalu dimulai dari yang kecil terlebih dahulu, baru kalau sudah bisa dipercaya akan ditingkatkan ke yang lebih besar. Memang bagi orang-orang tertentu ada perkecualian-perkecualiannya, tetapi pada umumnya pasti dimulai dari kesetiaan kita di dalam hal-hal yang kecil sebelum dipercayai yang besar.
Termasuk apabila kita ini mau memberi persembahan dari apa yang ada pada kita, entah itu talenta, uang/harta atau bahkan hidup kita. Seringkali yang terakhir itu dipakai oleh banyak orang untuk menutu-nutupi ke”kikir”annya. Saya mempersembahkan seluruh hidup saya pada Tuhan, padahal untuk mengeluarkan uang sedikit saja untuk pekerjaan Tuhan sudah  bersungut-sungut luar biasa, padahal hal itu untuk keperluan pekerjaan Tuhan. Barang miliknya yang digunakan untuk pelayanan agak terganggu atau ada trouble aja sedikit dia sudah “jingkrak-jingkrak” luar biasa. Apakah orang yang seperti diatas ini bisa dipercaya perkataannya? Kalau hal-hal itu keluar dari mulut seseorang yang pernah berkata “kupersembahkan seluruh hidupku kepadaMu ya Tuhan?” padahal di dalam prakteknya berkata seperti perkataa-perkataan di atas, apakah mentang-mentang Tuhan kita itu tidak nampak, sehingga kita bisa bertindak seenaknya sendiri?
Mari kita belajar mulai saat ini untuk bisa mempersembahkan persembahan yang benar-benar berkenan di hadapan Tuhan, tanpa keluh kesah, bersungut-sungut ataupun tindakan yang tidak menyenangkan lainnya, hal ini akan mempengaruhi sekali berkat-berkat dari Tuhan yang hendak dilimpahkan atas kita. Jangan bilang mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan dulu, sebelum kita itu setia dan benar dalam perkara-perkara yang nampaknya kecil, padahal itu kalau diproyeksikan ke depan adalah sesuatu yang sangat besar. Jangan memikirkan hal-hal yang besar-besar, sebelum kita melakukan hal-hal yang kecil dengan baik. Hal ini bisa kita pakai untuk mengetahui tentang diri kita sendiri, apakah kita ini memang bisa dipercaya yang besar atau tidak, atau kita ini memang berkenan kepada Tuhan karena kita mencintaiNya atau karena adanya ambisi-ambisi kedagingan kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati.

Oleh karena itu saudara-saudara, melalui kemurahan Elohim aku menasehati kamu agar mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, kudus, berkenan keada Elohim, itulah ibadahmu yang bijak (Roma 12:1 – terj. ILT)

Alasan Untuk Melayani Tuhan

"Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka." (2 Korintus 5:14-15)

Ada berbagai macam faktor yang melatarbelakangi mengapa seseorang melayani Tuhan. Tetapi faktor paling utama yang mendasari pelayanan yang sejati adalah panggilan Tuhan. Faktor panggilan Tuhan akan menjadikan seseorang hidup untuk melayani, bukan melayani untuk hidup. Karena panggilan itu pula, seseorang yang mempunyai pengalaman nyata akan kasih karunia Allah dalam hidupnya kemudian akan menjadikan kasih kepada Allah dan sesama sebagai dasar kehidupan dan pelayanannya. Orang yang memiliki motivasi kasih kepada Allah dan sesama inilah yang akan lebih `tahan banting` dalam pelayanan. Paulus adalah salah satu contoh seseorang yang memiliki panggilan Tuhan yang jelas dalam hidupnya. Itulah yang membuat hidup dan pelayanannya begitu luar biasa di dalam tangan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Jika Allah memanggil, Dia tahu siapa yang dipanggil-Nya dan untuk apa. Jika Allah menghendaki kita melakukan sesuatu, Dia tahu bahwa kita sanggup melakukannya dengan anugerah-Nya. Allah kita adalah Allah yang Mahabesar dan Ia sanggup melakukan segala perkara. Dia yang mengatur alam semesta, Dia yang empunya bumi dan segala isinya, laut serta segala yang diam di dalamnya. Kitalah yang sering berpikiran picik dan kerdil, membuat Allah seolah-olah tidak mampu berbuat apa-apa. Kepicikan dan kekerdilan iman yang menjadi penghalang bagi kita sehingga kita tidak mampu melihat kebesaran Allah atas seluruh ciptaan-Nya, termasuk juga atas hidup kita.

Para hamba Tuhan yang sungguh-sungguh memiliki panggilan Allah dalam hidupnya telah membuktikan dengan nyata kebenaran panggilan-Nya yang tidak pernah salah. Tuhan tidak mungkin memberikan mandat agar kita memberitakan Injil, menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi, dan memuridkan segala bangsa bagi-Nya jika Dia tahu bahwa kita tidak sanggup melakukannya.

Ia telah berjanji bahwa kita akan diperlengkapi dengan kuat kuasa Roh Kudus untuk menjadi saksi-Nya sampai ke ujung-ujung bumi. Di situlah letak kesanggupan kita, yaitu Allah yang memanggil, Ia juga yang akan memperlengkapi dan menyertai sesuai dengan janji-Nya.

So guys, apa kah kita masih mau ngeles untuk tidak menerima pelayanan yang Tuhan berikan?! Ingat gak ada sesuatu yang kebetulan yang terjadi dalam hidup kita, Ingat kisah Yeremia?  Tuhan memanggil Yeremia dan memperlengkapinya dengan karunia-Nya. 


Mau atau tidak, that’s all ?

Waktu kita kecil, mungkin pernah disiuruh oleh orang tua untuk pergi ke warung untuk membelikan garam misalnya, tetapi terkadang kita cepat beralasan “wah, cape bu suruh kakak aja” tapi setelah kita berkata demikian eh, malah kita lanjut bermain. Waktu kita beranajak remaja, ketika kita ke sekolah ditanya sama guru kita, “mana PR kamu ?, wah maaf bu saya tidak sempat membuatnya karena sibuk bantu mama jaga warung”, padahal kita sibuk jalan-jalan, waktu kita kuliah ketika ditanya dosen,”apa kamu sudah baca buka yang bapak suruh kamu baca ? dengan muka yang penuh belas kasihan dan tanpa bersalah kita mengatakan, eh...eh...maaf pak  hari rabu kemaren motor saya mogok jadi belum sempat ke perpustakan pak, terus hari kamis kemaren, ada arisan di rumah jadi harus bantu-bantu ibu di rumah pak, dan eh..eh..hari ini juga belum sempat dibaca karena tadi pagi perut saya sakit pak karena kemaren pas arisan dirumah kebanyakan makan cabe...”.
Pertanyaannya yang perlu kita renungkan adalah, semua orang pasti punya pekerjaan, pasti punya banyak kesibukan. Tugas setiap hari pasti ada, nah bagaimana kita harus mengaturnya dengan elok agar semua bisa diselesaikan dengan baik, yang sekolah, kuliah dan kerja pasti menghadapi yang namanya tugas bukan?
Tugas-tugas yang selama ini malas dikerjakan, terasa berat dan membosankan mungkin masalahnya adalah karena kita tidak mempunyai kemauan dan semangat untuk mengerjakanya. Menjadi orang yang mempunyai semangat dan kemauan itu sangat diinginkan oleh setiap orang dan tentu Tuhan, kembali lagi kemaunnya ada atau tidak. Berikut ini beberapa tips agar kita bisa menyelesaikan tugas-tugas kita:

Ubah pola pikir kita, selama kita hidup selalu akan ada tugas apapun profesi kita dan apapun yang kita kerjakan pasti ada tugas yang akan kita emban dan harus kita pertanggung jawabkan sekecil apapun itu. Adakah orang yang hidup di bawah muka bumi ini yang tidak punya tugas ? Tidak ada ! semua punya tugas sesuai dengan kemampuan atau kapasitasnya. Tugas selalu ada, hadapi dan selesaikan tugas tersebut sebelum itu menumpuk dan membebani kita atau orang lain.

Tugas itu penting, lakukan untuk kemuliaan Allah, ketika sudah menyadari bahwa tugas pasti akan selalu ada, maka kita harus  mempunyai kesadaran berarti tugas yang diberikan sangat penting apapun itu. Bahkan waktu kita makan maka ada tugas yang harus kita lakukan bukan, apa tugas itu? ya...kita harus menghabiskan makanan yang kita ambil. Kesadaran diri bahwa tugas yang diterima/apapun yang dilakukan  penting sekecil apapun itu maka ini berarti kita melakukan semuanya itu untuk kemuliaan Allah (bnd.1 Kor.10:31 “Aku menjawab” Jika engkau mkan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”). Allah selalu memberikan kita tugas sesuai dengan porsi dan kemampuan kita, karena Dia adalah Allah yang mengetahui segalanya. Lakukanlah yang terbaik segala tugas di rumah, tugas di sekolah dan tugas di kantor kita, maka ini sama dengan kita sedang memuliakan Allah.

Kuatkan hatimu dan tumbuhkan semangat, kesadaran bahwa tugas itu penting harus didukung oleh hati yang kuat dan semangat yang besar (2 Taw.15:7 “ tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”). Ini berarti sadar bahwa tugas itu penting tidak lah cukup, bukankan kadang banyak diantara kita yang sadar akan tugas-tugas yang diberikan (kapan harus dikumpul, kapan harus selesai) tetapi kadang kita lemah semangat untuk melakukan itu. Hanya ada satu alasan bagi orang percaya untuk mempunyai kemauan dan bersemangat: TUHAN!”. Allah menginginkan kita berkreatifitas, melakukan tugas-tugas kita. Tumbuhkan semangat dan kuatkan hati kita, jika anda mau maka anda pasti bisa melakukan itu. Saat kesadaran diri untuk menguatkan hati dan meningkatkan semangat itu ada, maka pasti kerja keras akan timbul dalam diri seseorang. Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, Pengkhotbah 9:10.

Setiap tugas pasti ada upah, ini orientasi terakhir yang harus kita lihat makanya ditempatkan dibagian terakhir, setiap manusia yang mengubah pola pikirnya tentang tugas, menyadari tugas itu penting untuk kemuliaan Allah dan menguatkan hati serta kemauannya maka akan berprinsip seperti Florance Griffith Joyner, Pemenang Medali Olimpiade “Saya berdoa dengan sunguh-sungguh, bekerja dengan keras, dan selebihnya saya serahkan kepada Tuhan”. Bagian upah adalah bagian Tuhan melalui manusia, jika kita bekerja/melakukan tugas dengan baik tidak mungkin Tuhan menutup mata dan tidak memberikan kita upah apapun bentuknya. Dengan demikian tahap satu sampai tiga ini bagian kita yakni mengubah pola pikir, sadar tugas penting untuk memuliakan Allah dan menumbuhkan semangat biarlah tahap ke-empat itu menjadi bagian Tuhan untuk kita yakni upah.

Dengan empat tahap ini maka marilah kita menjadi orang yang paham akan tugas kita/apapun yang Tuhan percayakan baik PR, makalah, membersihkan rumah, main musik di gereja, mengetik warta jemaat, susun kursi, antar jemput orang, membantu orang lain, makan dan minum, tidur, lagi di warnet, lagi di jalan mengendari kendaraan, cuci baju dan lain sebagainya, mari melakukan yang terbaik. Tumbuhkan kemauan dan semangat dalam hati kita maka kita pasti bisa melakukan yang terbaik. Semuanya untuk kemuliaan Tuhan dan ingat ada upah dari Tuhan yang menunggu setiap orang yang mengerjakan tugasnya dengan baik dan benar. Apakah anda mau atau tidak ?

Posting Oleh Dolfy Mikel Palit

Pertajam PunyaMu....

Pertajam Kepekaan Rohani mu....
kita membutuhkan pertumbuhan rohani, apakah kita hanya akan berakhir di ujung pertobatan (lahir baru kita), tidakkah kita mau naik satu tingkat menuju kepekaan rohani anda? Bandingkan 2 Korintus 13:5,11.

Kita harus segera pasang antena rohani, ini penting untuk dapat menangkap sinyal rohani dari Allah.

kita hanya memilih tutup mulut karena anda takut konfrontasi? Bandingkan Galatia 4:16.

Jika iblis berhasil merampas pikiran-pikiran rohani kita, maka kita pasti bingung dan tak berdaya.

2+2=4 bukan 3, kita sering menambahkan 1 angka ekstra kepada orang yang kita senangi dan terkadang mengurangi 1 angka kepada seseorang karena kita melihat seseorang tidak melalui Roh, bandingkan pemilihan Daud, Samuel melalui bimbingan Allah melihat apa yang di dalam hati bukan perawakan seseorang (2 Sam.16:7, Amsal 4:23). Hati menunjuk kepada aspek internal dari jiwa, terletak pada tingkatan perasaan yang terdalam dan mencatat tanggapan-tanggapan yang paling dalam terhadap hidup. Hanya Tuhan yang adalah Roh dan manusia Tuhan yang memiliki Roh Kudus yang diberikan kepekaan untuk bisa menilai manusia. Ini kuncinya kepekaan rohani kita tidak akan membuat kita menambah 1 angka kepada kebenaran ataupun mengurang satu angka kepada kebenaran itu, 2+2=4 TITIK (Tidak Ingin Tambah, Ingin Kurang)

Kepekaan rohani bisa tumbuh melalui pengalaman, nasihat Ilahi hikmat dari orang yang lebih tua, lebih dewasa dan berpengalaman yang memiliki tingkat rohani yang sama dengan kepekaan rohaninya dan tentu apa kata Firman Tuhan, melalui Firman Tuhan kita belajar mengenal Dia, isi hatiNya, keinginan-Nya, janji-janji-Nya, tujuan hidup anda yang diatur oleh-Nya, contoh takut akan Tuhan Vs Takut akan manusia bandingkan ayat-ayat ini; Amsal 8:13, 10:27, 14:26, 15:33.

Kepekaan sehari-hari sangat sederhana seperti mengetahui ke mana anda harus pergi dan mana yang tidak, kepekaan rohani anda datang dari roh kita yang adalah pusat persekutuan antara kita dan Roh Allah. Tuhan tidak berbicara kepada otak dan emosi kita, Dia berbicara kepada pusat keberadaan kita (roh kita), dari roh kita, maka kita bisa memanifestasikan semua tindakan kita melalui otak dan emosi kita. Melatih kepekaan rohani kita merupakan suatu tindakan penundukan diri terhadap kuasa Roh Kudus dan berbicara melatih berarti harus bayar harga.

Sebelum kita dapat mengalami hal yang lebih mendalam dari Allah, kita terlebih dahulu harus tahu apa yang harus kita lakukan dengan apa yang telah kita  miliki. Karena Allah tidak akan memberi lebih jika kita tidak siap. Bandingkan Ibrani 5:11-14.


Mengembangkan roh manusia, ketika kita lahir baru maka Roh Kudus menciptakan/mengubahkan kembali roh kita, memberikan akses kepada kita untuk mendengar langsung dari Tuhan. Setiap orang memiliki roh oleh sebab itu orang bisa bekerja di dalam alam roh. Tetapi ada dua sisi dalam alam roh yang harus kita tahu yakni roh jahat dan kuasa kegelapan yang pusatnya adalah Setan dan Kuasa Roh Kudus yang dari Allah yang Mahabenar. Oleh sebab itu bertobatan/lahir baru itu adalah pekerjaan Tuhan yang harus kita minta bukan karena pekerjaan manusia. Roh Kudus yang mampu merubahkan roh seseorang. Menobatkan orang adalah pekerja Tuhan, pengajaran untuk bertumbuh secara roh adalah bagian para Hamba Tuhan dan komitmen mengembangkan kerohanian adalah bagian kita.

Kekuatan roh kita ditentukan oleh tingkat penundukan diri kita kepada Tuhan. Berdoa dan baca Firman Tuhan harus menjadi gaya hidup anda dan ini terjadi hanya ketika kita mau tunduk kepada Tuhan.
 
Jiwa manusia terdiri atas kehendak, emosi, intelek, imajinasi dan ingatan, jika roh kita kuat maka akan menginspirasikan dan mempengaruhi jiwa kita. Roh kita yang diubahkan Roh Kudus yang mengendalikan jiwa anda bukan sebaliknya, bandingkan Galatia 5:16-26.

Bila Roh Kudus memimpin kehidupan rohani kita, maka Dia akan hidup dalam kepribadian kita di bawah otoritas itu kepribadian diubah menjadi karakter.

Kepekaan dari roh adalah mutlak memiliki kedamaian dan kestabilan, ketika jiwa mencoba mengambil kendali dalam hal-hal rohani, kita selalu menemukan kecemasan dan kecurigaan. Kecurigaan dan menghakimi adalah suara jiwa, kepekaaan adalah suara dari roh. Kecurigaan datang dari penguasaan jiwa di dalam hidup kita caranya dengan kita telah dilukai dan disakiti di masa lalu dan kita tidak pernah mengizinkan Tuhan menyembuhkan kita. Kepekaan bukanlah perasaan, kepekaan adalah pengetahuan, faktanya semua hal-hal rohani adalah pengetahuan sedangkan kebanyakan hal-hal jiwani adalah “saya rasa,” “saya pikir.” Atau “saya tidak tahu.” Jika jiwa ingin mengendalikan roh maka kita tidak akan berani menyatakan kebenaran bahwa 2+2=4 kepada siapa saja.

Kepekaan rohani yang akurat dapat dipelajari dan hanya diperoleh melalui latihan, sementara kita melakukan latihan kita mungkin melakukan kesalahan, mintalah maaf dan ini jadi pengetahuan untuk terus mengasah kepakaan kita


Tetap waspada secara rohani adalah penting, waspada secara rohani adalah tetap berjaga-jaga dan sensitif terhadap apa yang Tuhan katakan atau tunjukkan kepada kita, terbuka bagi koreksi, penyesuaian dan penyelarasan dalam hidup kita. Periksa jiwa kita dan berhentilah membandingkan diri kita dan orang lain, bertumbuhlah dan lurus dalam kebenaran.

Bagaimana kita membedakan sifat dan karakteristik dari Iblis ? 
Ingat manifestasi apa saja yang bertentangan dengan Firman Tuhan dan kehidupan Tuhan adalah dari iblis atau kedagingan (keinginan jiwa yang menguasai roh anda) yang tidak terkendali. Beberapa faktanya.

  1. Tujuan pertama dari Iblis adalah menghalangi tujuan Tuhan.
  2. Iblis dapat menyebabkan berbagai penyakit dan penderitaan fisik
  3. Iblis berusaha membingungkan dan memutarbalikkan Firman untuk menutupi suatu kebohongan
  4. Iblis berusaha menarik perhatian dan ingin disembah
  5. Iblis tidak bisa berada lebih dari satu tempat pada waktu yang sama
  6. Iblis dapat mendengar dan berbicara
  7. Iblis memang memiliki kekuatan supranatural, tetapi tidak mahakuasa
  8. Iblis paling senang bila memiliki tempat kediaman: tinggal di dalam tubuh manusia, hewan, rumah, pohon dan sebagainya.
Jika karakter rohani kita tidak berkembang, kita akan buta secara rohani, 
2 Petrus 1:1-9

o Dan kepada kebajikan, pengetahuan
o Dan kepada pengetahuan, penguasaan diri
o Kepada penguasaan diri, ketekunan
o Dan kepada ketekunan, kesalehan
o Dan kepada kesalehan, kasih akan saudara-saudara
o Dan kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang

Ujilah segala sesuatu dan peganglah kebaikan (1 Tesalonika 5:21), menguji segala sesuatu merupakan bagian aktif dari kehidupan orang percaya. Menguji adalah sebuah perintah bukan suatu pilihan (1 Yohanes 4:1). Bukan semua hal berasal dari Tuhan, jangan menjadi orang yang lapar rohani yang menelan apa saja di hadapan kita, kita harus waspada terhadap hal kita membuka roh kita, bila kita kurang kuat untuk menolak dan lari, maka pekerjaan Iblis tersebut akan masuk kedalam kita. Bukan berarti status sorang hamba Tuhan atau kelihatan baik dan ramah menjadikan dia orang yang diurapi dan bahkan mengenal Tuhan. Ingat ujilah segala sesuatu, ini PERINTAH TUHAN, sebab Iblispun bisa menyamar menjadi malaikat terang (
2 Korintus 11:14).

Kelesuan, kecerobohan tentang hal-hal Tuhan dan ketidakterikatan dengan Roh-Nya akan menumpulkan kepekaan rohani anda. Kelesuan adalah sikap yang masa bodoh dan tidak bersemangat, orang yang lesu tidak perduli dengan kegerakan Allah. Kecerobohan adalah sikap yang suam-suam kuku dan lemah terhadap Roh dan hukum-hukum rohani. Kecerobohan itu datang dengan anda bergaul erat dengan orang-orang yang memiliki sedikit pengetahuan tentang Firman. Ketidakterikatan dengan Roh Allah adalah tidak menghormati hadirat-Nya karena tidak memiliki konsep tentang hal-hal rohani, kita harus belajar bertahan dan menanti-nantikan.

o Jika kita kehilangan kewaspadaan dan kegairahan untuk Tuhan, itu berarti kita sedang mundur:
o kita mengizinkan sesuatu yang berharga menjadi biasa saja
o kita kehilangan alasan untuk berdoa terus-menerus danmembuatnya menjadi rutinitas.
o kita sudah lupa seperti apa hidup tanpa Tuhan
o kita berusaha tetap wajar seperti semua orang si sekita kita, namun tanpa tujuan dalam kondisi kita    sekarang
o kita benar-benar disesatkan dengan apa yang kita lihat dan yang membuat kita merasa tidak enak.


Disadur dari ikhtisar buku: PERTAJAM KEPEKAAN ANDA, KETIKA HIDUP SEOLAH ABU-ABU, WASPADALAH KEBENARAN TETAP HITAM DAN PUTIH, Robert Liardon, Jakarta, Penerbit: Metanoia 1998. Posting By Dolfi Mikel Palit




Kesukaan Dalam Penderitaan

Habakuk 3:16-19

“Aku bersorak-sorak didalam Tuhan, beria-ria didalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakuk 3:18)

Sebagai  orang percaya kita pernah mengalami persoalan hidup. Nabi Habakuk pun mengalami persoalan seperti kita walaupun ia adalah seorang hamba Tuhan dan sebagai Nabi Allah. Tapi yang membedakannya adalah bagaimana menanggapi persoalan tersebut. Habakuk menanggapinya sebagai kesukaan bagi dirinya.

Habakuk memiliki karunia bermain musik dan sekaligus adalah seorang  penyanyi. Ia sering bernyanyi dalam Bait Allah. Dan juga dikatakan bahwa ia adalah orang yang benar. Ini menunjukkan bahwa nabi Habakuk adalah orang baik. Ia suka bergaul dengan Allah. Didalam kesukaan maupun didalam penderitaan yang ia hadapi, ia tetap memuji Tuhan.
Guys, ada dua rahasia yang dapat kita pegang dalam hidup kita supaya kita dapat bersuka dalam penderitaan.

Pertama, kita harus tetap mengandalkan Tuhan. Habakuk tahu siapa yang diandalkan dalam hidupnya.  Habakuk mengandalakan Tuhan karena ia sudah merasakan bagaimana kuatnya Allah dalam menolong dirinya dari musuh-musuhnya (ayat 13c). Dalam susah maupun senang ia tetap mengandalkan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan keselamatannya. Ini berarti ia tidak mengandalkan diri sendiri dalam menghadapi persoalan hidupnya.

Kedua,  percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Nabi Habakuk tahu kepada siapa ia percaya. Ia tahu bahwa kepercayaannya kepada Tuhan tidak sia-sia. Ia yakin bahwa Tuhan sanggup menolong dia. Sekecil atau  Sebesar apapun persoalan dan penderitaan yang Habakuk alami tidak menjadi persoalan baginya, sebab Allah menyertai Habakuk (ayat.19)

Guys, itulah kunci keberhasilan dalam menghadapi persoalan hidup kita untuk tetap bersuka didalam Tuhan. Andalkan Tuhan dan percaya kepadanya, maka ia akan membuat kita bersukacita sekalipun didalam penderitaan.


Coright by HAMADA...

Dengan Doa

Matius 7:7-11

"Mintalah, maka akan diberikan...Carilah, maka akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan..."
(Matius 7:7)

Kisah seorang wanita bernama Clara. Siang malam Clara hanya diam di dalam kamar saja. Dia mengalami tekanan yang cukup dalam. Karena rencana pernikahannya batal. Namun pada suatu saat Tuhan singkapkan siapa calon tunangannya sebenarnya.

Ternyata, tanpa diketahui oleh Clara, tunangnannya telah menikah dengan wanita lain yang tidak ia kenal di suatu kota. Berita ini di dia dapat dari tante tunangannya yang cukup dekat dengan Clara. Berita ii membuatnya terpukul dan hampir depresi.. Namun ia tetap kuat karena ia selalu menceritakannya kepada Tuhan didalam doa. Memang dia terluka, namun hal tersebut tidak membuat dia putus harapan, melainkan ia terus percaya penuh kepada Tuhan.

Guys, apakah kita pernah mengalamihal seperti ini, atau bukan masalah seperti ini melainkan sakit penyakit, masalah keluarga, keuangan, akademik dan lain sebagainya...?! 
lalu, jika kita mengalami hal demikian apa yang akan kita lakukan?

Renungan kali ini berbicara tentang doa. Bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah kita, yang mungkin mengganggu aktifitas  dan pikiran kita?!

1. Mintalah, Carilah, Ketoklah (ayat 7)
Ketiga kata kerja ini, berbisara mengenai sikap yang dilakukan secara terus menerus, berulang-ulang, dan dengan segenap hati. Berarti kita dapat mengatasi masalah kita dengan datang kepada Tuhan (bukan kepada manusia ) manusia hanya memberikan solusi tapi Tuhan bertindak menyelesaikan sesuai dengan waktunya. Minta dan terus mencari kehendak Tuhan atas keadaan yang sedang kita alami dalam doa dengan tidak putus asa.

2. Yakin akan pertolongan Tuhan (ayat 8)
Yakin, gak boleh setengah-setengah, karena Allah, melihat hati dan kesungguhan kita. Ia dapat menolong kita lebih cepat dari yang kita bayangkan, dan bahkan ia menolong dengan caranya yang ajaib.

3. Percaya, bahwa apa yang Tuhan berikan adalah yang terbaik (ayat 9)
Percaya berarti tidak ada keraguan sedikitpun. Hal ini juga digambarkan dengan kasih seorang ayah  yang jahat sekalipun dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, apa lagi Bapa di Sorga. Apa yang direncanakan Allah bagi kita adalah selalu yang terbaik tidak ada yang buruk ( Amin? )

So, guys yang ca'em, Allah sangat mengasihi kita lebih dari siapapun. Jadi jangan lari kemana-mana lagi kalau ada masalah, ada Tuhan yang selalu siap menjadi teman curhat kita, yang siap menyelesaikan masalah kita. Doa adalah cara terbaik dalam menyelesaikan masalah kita! Dengan doa, Allah dapat menolong kita menyatakan sesuatu yang tidak kita ketahui.


Sumber Renungan Remaja & Pemuda HAMADA

Tidak Pernah Menyentuh

Amsal 17:22

"Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengertingkan tulang"
(Amsal 17:22)

Guys, ada sebuah cerita dari seorang dosen disebuah kota. ia menceritakan bahwa diantara para mahasiswanya ada seorang pemuda yang kemanapun ia pergi selalu menggunakan kruk. Pemuda ini memiliki optimisme yang tinggi dan talenta bergaul yang sangat luar biasa yang di hormati dan disegani oleh teman-temannya. Ia menderita "infatile paralusis" (penyakit lumpuh yang menyerang anak-anak). Ketika ia ditanya bagaimana ia bisa mengahadapi dunia dengan berani. jawabnya "Ooh, penyakit itu gak pernah menyentuh hati gw"

Guys, kali ini kita merenungkan tentang hati. Hati 9jantung) dalam bahasa aslinya disebut lev atau levev yang berarti pusat kehidupan. Segala sesuatu yang terjadi didalam diri manusia, berawal dari hati. Oleh sebab itu, Amsal menuliskan bahwa hati yang gembira adalah obat. Ini menunjukkan bahwa hati memegang peranan penting. Telah diselidiki bahwa orang-orang yang senang tertawa jarang di temukan penyakit dalam tubuhnya ( asal jangan ketawa2 sendiri )

Seorang Ibu di Amerika mengatakan bahwa, kebahagiaan bukanlah berasal sikap dan kebaikna dari suaminya, tetapi dirinya sendiri yang memutuskan untuk memiliki kebahagiaan dan kegembiraan itu.

Nah guys, ada banyak hal dalam kehidupan ini yang dapat membuat kita stress, marah, kecewa, dll. Namun memiliki hati yang gembira bukanlah sebuah perasaan melainkan sebuah keputusan. 

So, pilihan ada pada kita, apakah semua peristiw yang terjadi selalu menyentuh kita, atau kita ambil keputusan untuk peristiwa yang pahit dan menyedikan itu yang menjadi beban pikiran itu tidak menyentuh hati kita?! Tandan orang yang memiliki hati yang gembira senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupannya, karena ia tahu bahwa Allah merencanakan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.

Cari Jodoh

Amsal 3:5-6

"Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu...."
(Amsal 3:5)

Guys, setiap orang tentu ingin mendapatkan jodoh yang terbaik dari Tuhan (bagi yang belum nikah ni). Banyak cara yang dapat dilakukan tatkala seseorang ingin mendapatkan pasangan. Misalnya ikut Take Me Out. Disana ada banyak Wanita cantik dan Pria tampan yang siap mencari dan mendapatkan pasangannya. Apakah itu salah? Enggak, tetapi apakah pasangan yang mereka pilih itu  adalah sesuai dengan kehendak Allah? Ataukah hanya keinginann sendiri. sehingga tak heran, ada begitu banyak pasangan yang akhirnya bercerai hanya karena mereka tidak sejalan lagi, sangat disayangkan.

Oleh karena itu, Amsal dengan tulisan-tulisan hikmatnya memberikan tuntunan bagaimana mencari dan menemukan jodoh yang dari Tuhan.

Pertama, Percaya kepada Tuhan (ayat 5a). percaya berarti sepenuh hati, yakin en ga garu, ga bimbang bahwa Allah akan memberikan yang terbaik menurut waktu dan kehendaknya.

Kedua, jangan bersandar kepada pengertian sendiri (ayat 5b) Sering kali kita salah dalam menilai, en akhirnya kita salah dalam mengambil keputusan, karena kita hanya mampu melihat kehebata si doi dan bagian luarnya saja, dan itu sangat terbatas, sementara Allah melihat sampai kedalaman hati. (keren kan?)

Ketiga, jadikan Tuhan di atas segalanya (ayat 5a) Guys tatkala kita menjadikan Tuhan di atas segalanya, maka Ia yang akan berdaulat atas kehidupan kita. Akibatnya bila kita melakukan hal tersebut di atas, maka Tuhan akan meluruskan jalan mu.

Guys, mungkin sering kali kita mengganggap Tuhan bekerja terlalu lama en seolah-olah ga menjawab doa kita lagi mengenai pasangan hidup. But taukah kita, Ia tau yang terbaik untuk setiap anak-anakNya dan ia juga tahu waktu yang tepat untuk kita dapat memiliki pasangan hidup. So, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati kita.

Menjadi Orang Yang Diberkati Allah

Guys, Kejadian mencatat Yusuf adalah anak yang paling di kasihi oleh ayahnya Yakub diantara saudara-saudaranya, sehingga mereka (saudara-saudara yusuf) iri terhadap yusuf. tapi yang mau BC bahas kali ini bukan hubungan yusuf dengan saudara-saudaranya, tapi bagaimana yusuf begitu dikasihi Allah dan diberkati. Sejarah kehidupan yusuf dapat menjadi pelajaran bagi kita agar hidup kita diberkati Allah. kita dapat melihat ketkia ia berada dimesir dan tinggal bersama Potifar. BC mau ngajak kita untuk melihat ayat-ayat yang menuliskan yusuf diberkati Tuhan dalam pasal ini.

Perhatikan
Kejadian 39: 2,  Tuhan menyertai Yusuf dan membuat apa yang dikerjakannya berhasil.
Kejadian 39:3, Potifar sendiri menyaksikan bahwa yusuf diberkati Tuhan.
Kejadian 39:5, Tuhan memberkati rumah potifar karena Yusuf
Kejadian 39:21, Yusuf menjadi orang kesayangan kepala penjara, karna Tuhan menyertainya
Kejadian 39:22-23,  kepala penjara mempercayakan semua tahanan kepada yusuf, kekuasaan    penjara diberikan sepenuhnya kepada yusuf, karena Tuhan menyertainya.

Nah guys, ini baru sebagian bukti penyertaan Allah kepada yusuf, masih banyak lagi ayat-ayat yang menuliskan tentang penyertaan allah. Apa saja yang diperbuat yusuf Tuhan buat itu berhasil. keren ga tuh?!

Sekarang BC mau nanya sama kalian, gimana kehidupan kalian, diberkati seperti yusuf, sedang-sedang atau ga sama sekali? apa pun jawabannya, BC yakin setiap kita pasti pengen berhasil dan diberkati seperti yusuf ya ga sih?
Hmm... BC punya 3 rahasia sukses yusuf diberkati Allah.

Pertama, Punya hubungan yang erat dengan Tuhan 
Kej 41:38, Fiaraun mengatakan bahwa yusuf memiliki Roh Allah. itu berarti ia menjalin hubungan yang  erat dengan Tuhan.

Kedua, Takut akan Tuhan
Yusuf memiliki hati yang takut akan Tuhan bukan dengan perkataan tapi dengan bukti. Kej 39:7-20, 
takut akan Tuhan berarti taat akan semua perintah Allah, ga kompromi dengan dosa sehingga bisa hidup kudus, karena Tuhan benci sama dosa.

Ketiga, Dapat dipercaya siapa saja terlebih Tuhan
Yusuf menjadi orang yang dapat dipercaya terbukti ketika yusuf diberi kuasa oleh Potifar atas rumahnya, ia menolak ajakan tante Potifar, menjadi orang kepercayaan kepala penjara hingga menjadi kepercayaan Firaun.

Tiga rahasia diatas menjadi ciri Yusuf, sehingga berdampak ia dikasihi oleh Allah dan kehidupannya diberkati. So, giamana kehidupan kita, kita ingin menjadi orang yang dikasihi Allah dan diberkati? Pertama, kita harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, bagaimana Tuhan mau tau kehidupan kita jika kita tidak dekat dengan Tuhan? Kedua,Takut akan Tuhan dan taat contoh sederhana takut akan Tuhan dengan mengindahkan 10 perintah Allah (Keluaran 20). dan ketiga, dapat dipercaya. So pasti BC percaya jika 3 hal ini kita terapkan dalam kehidupan kita Allah akan semakin sayang dengan kita dan memberkati kita.

7 Ciri-Ciri Pasangan Yang Tidak Seimbang


Guys, mari kita  belajar mengenal pasangan hidup kita, agar kita ga salah kaprah saat menemukan atau berkenalan dengan orang yang menurut kita ia baik dijadikan teman hidup. Karena baik bagi kita tapi belum tentu baik bagi Tuhan. Benar toh?

Ok, sebagai bahan acuan untuk memilih pasangan hidup, BC punya 7 ciri-ciri pasangan yang ga seimbang, hmm...kira-kira apa saja yang membuat hubungan kita ga seimbang?"

Pertama, Bertepuk sebelah tangan
Gini maksudnya, cinta yang bertepuk sebelah tangan adalah cinta yang ga terbalas. Kita ga boleh memaksakan cinta ini, karena jika demikian hubungan kita akan timpang. karena akan ada keterpaksaan dalam menjalani hubungan dan ini ga akan menjadi berkat didalam hubungan.ga percaya? coba deh kalian bertepuk dengan sebelah tangan, sampai kucing bisa terbang pun ga bakalan berbunyi ( memang kucing ga bisa terbang).

Kedua, Kita menjadi juruslamat hidupnya
Kalau yang kedua ini sama artinya dengan tidak seiman. coba deh baca  II Kor 6:14 Ga mungkin pasangan kita ke sabang kita kemarauke.. (hik..hik..seperti berlayar saja ) Apa kata dunia? ada tapinya, jika pasangan kita tersebut mau dan sungguh-sungguh menerima Yesus sebagai Tuhan dan jurusslamatnya. Allah ga bisa kompromi dengan dosa dan membenci dosa.

Ketiga, Kita mencari kesembuhan batin baginya.
Mencari pasangan sekedar mengisi kekosongan hidup bukan jalan yang terbaik "yach..ga ada rotan akarpun jadilah..". Menjadikan si Do'i sebagai pengobat sakit hati kita kepada pasangan kita yang lalu ga membuat hubungan kita seimbang didalam Tuhan.

Keempat, Kita hanya terpikat dengan penampilan
"Wah si do'i mirip sama mantan pacar gw dulu, boleh juga ni..," atau kita melihat  do'i seperti orang yang kita banggakan dalam hidup kita, mungkin juga karakter, style atau hal-hal yang dimiliki si do'i mirip dengan mantan pacar  kita, sehingga kita memutuskan untuk menjadikan dia sebagai teman hidup kita.Penampilan hanya sebatasi identias luar yang sifatnya hanya sementara. ga bijak jika kita mencari pasangan hidup hanya karena mirip dengan seseorang yang kita banggakan.


Kelima, Kita hanya sekedar mengalami cinta lokasi
Cinta lokasi dimana kita merasakan perasaan yang mengebu-gebu terhadap pasangan kita pada saat dan lokasi tertentu. sehingga menimbulkan keinginan untuk melanjutkannya ke jenjang yang lebih serius. hmmm....BC yakin cinta semacam ini ga bisa bertahan lama, karena ga memilikik pondasi yang kuat untuk berhan.

Keenam, Kita berniat membrontak
hubungan kita akan tidak seimbang jika kita berniat memberontak dari ketetapan Allah, seperti yang sudah BC bilang, baik bagi kita itu belum tentu baik Bagi Allah.

Ketujuh, Kita mencintai kepunyaan orang lain.
(Keluaran 20:17 ) sudah jelas melarang kita mengingini milik orang lain "tapikan jalur kuning belum melengkung?" itu kata-kata dunia. kita anak-anak Allah ga boleh seupa dengan dunia ini, jika do'i udah jadi pacar orang lain berarti dia memang buka pasangan yang ditentukan Allah buat kita. so, kenapa kita harus memaksakan keadaan.


Sebagai anak Tuhan, memilih pasangan hidup ga semudah kita memilih pakain di pasar, bisa di pakai jika tidak cocok bisa di tukar. Karna ada aturan yang harus kita patuhi didalam Tuhan. Jika ada ketujuh ciri di atas bukan berarti kita ga bisa bersatu dengan pasangan kita, kita bisa hidup bersama, tapi rumah tangga kita akan timpang karena ketidak seimbangan tersebut. Maka tidak jarang banyak yang KACEI alias kawin cerai.

Sulit untuk kita membedakan mana yang baik dan buruk, maka dari itu, BC nyaranin untuk minta petunjuk sama Tuhan agar kita mengetahui kehendak-Nya en ga salah pilihan dengan menjalin hubungan yang erat dengan Tuhan sering dengan kata-Nya ( Baca  Firman Tuhan ), jangan mengandalkan insting kita.(Roma 3:2 ) "Gw udah berdoa siang dan malam, waktu mandi aja gw berdoa tapi ko gw belum dapat-dapat sih?" Kalau ada pertanyaan demikian, BC ingetin apa motivasi kita dibalik doa itu ( Yak 3:3 ). Allah ga mau dengar doa yang ga tulus.


Jadi guys, kerinduan BC kita bisa menjadi orang yang bijak yang menaruh pengharapannya kepada orang yang tepat yaitu Yesus Kristus. Tuhan memberikan bagi kita kesempatan untuk memilih pasangan kita, kita dapat menyeleksi yang terbaik dari yang baik. Minta petunjuk Tuhan agar kita ga salah dengan menjalin hubungan yang erat dengan-Nya, mendengarkan perkataannya ( Baca Firman Tuhan ) dan peka. Biro jodoh, zosiak, dan ramalan-ramalan bukan penuntun yang tepat karena yang tahu sebenarnnya adalah Allah, sebab Ia yang memiliki segalanya, ia yang menciptakan manusia daji Ia tau segala kekurangan, mana yang baik dan buruk untuk kita.



Sukses guys, kalau udah dapat teman hidup jangan lupa kasi info BC...!









Keputusan ku, Tetap Setia !

Ayub 1:1-22

"Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujutlah ia dan menybah".

Guys, kali ini BC akan mengajak kita untuk belajar dari teladan seorang hamba Tuhan yang luarbiasa diberkati Tuhan karena kesetiaannya. Yuups, betul ! Ayub namanya. Alkitab mencatat bahwa Ayub adalah orang yang saleh, jujur dan yang ga kalah kerennya ia Takut kepada Allah en ga kompromi dengan dosa ( Ayub 1:1). masih ada ga ya orang seperti ini di jaman sekarang??! hik..hik...BC percaya kalian pasti lebih dari om ayub ini. "amin".
Tau ga guys, akibat dari kesetiaannya Ayub diberkati Tuhan dalam kehiupanya wew!!! keyen.  mari kita baca Ayub 1:2-3 cekidot ! KLIK DISINI UNTUK 
Karena begitu banyak kekayaannya sehingga Ayub dikatakan sebagai orang yang terkaya dari semua orang di sebelah Timur. Ini membuktikan bahwa Tuhan kita selain kaya, Ia bukan Tuhan yang pelit en egois. Dia ga menikmati kekayaannya sendiri en Dia memperhitungkan kehidupan kita, Burung pipit aja dia pelihara apa lagi kita anak-anak-Nya. Tapi ga selalu didalam Tuhan kita akan senang, "bingung?" mari kita lihat kisah Ayub selanjutnya (Ayub 1:13-14) Satu persatu harta Ayub yang begitu banyak habis "Ayub bukan bangkrut", bahkan kesepuluh anaknya yang cantik en ganteng itu juga ikut mati. keadaan Ayub saat itu sangat terpuruk, bahkan Alkitab mencatat bahwa Ayub juga terkena penyakit yang sangat ganas(Ayub 2:7). semua orang meninggalkan dia, wah, jika dibayangkan keadaan Ayub ini sangat memprihatinkan, Ayub yang dulunya kaya, hidup dalam kemegahan tiba-tiba miskin dan ga punya apa-apa, bisa dikatakan Ayub sudah tidak berguna saat itu.Tapi apa yang dilakukan Ayub ketika menghadapi situasi yang sulit ini? (Ayub 1: 20) Ayub ga complaint sama Tuhan, dia ga menyalahkan Tuhan dan malah memuji Tuhan ( Ayub 1:21-22) "Give applous 2 Ayub" Prok...prokk..prok...!

STOP ! Kita lanjut lagi.
Hmm...guys BC hampir menangis waktu baca kisah Ayub ini, "lagi sakit mata, hik..hik..hikk.." Gimana kalau situasi yang dirasakan Ayub ini nyata dalam hidup kita, kebayang ga sih?! BC aja kehilangan 1 handphon udah seperti kehilangan 1 berlian, apa lagi Ayub kehilangan banyak kekayaan en terlebih anak-anak yang disayanginya. Tentunnya Ayub sangat terpukul dengan kejadian itu, Tapi Ayub punya komitmen bahwa ga ada yang lebih berharga dari Allah yang ia percayai, ga ada yang lebih setia dari Allah, ga ada yang lebih mengasihi dari Allah en ga ada yang lebih bisa mengertinya dari Allah "Amin"

Guys, munkin pergumulan kita ga seberat Ayub, tantangan dalam pelayanan kita ga seperti Saulus ( Kisah Para Rasul ) mungkin saat ini kita hanya mengalami sedikit kendala dalam pelayanan kita, hanya masalah kecil yang kita anggap itu besar sehingga menjadi batu penghalang bagi kita untuk tetap setia, lebih buruknya itu menjadi alasan bagi kita  untuk meninggaklan Tuhan dan pelayanan kita. Ingat, Tuhan ga akan membiarkan kita sampai terjatuh. (Ayub 1:12) Setiap tantangan en masalah yang terjadi di tengah-tengah pelayanan kita itu bukan berati Tuhan ga memperhatikan kita atau Tuhan udah sombong sama kita, justru Tuhan lagi fokus terhadap kita. perhatikan perbincangan Allah dengan Iblis dalam Ayub 1:6-12. Allah hanya ingin menguji kesetiaan kita, Ia sedang membentuk karakter iman kita, mental kita dan membuat kita semakin kuat, sehingga kita mampu jika Allah memberikan tanggung jawab yang lebih dari sebelumnya.

So, sekarang waktunya untuk melihat pribadi kita masing dengan belajar dari keteladanan Ayub, minta ampun sama Tuhan jika selama ini kita mulai menyalahkan Tuhan en mau coba-coba untuk tidak setia saat masalah atau tantangan terjadi dalam hidup kita. alasan-asalan konyol yang membuat kita jauh dari Tuhan, membuat kita patah semnagat melayani Tuhan.

       "Tuhan kan ga memperhatikan kami, toh pelayanan kami seperti ini"
"Ko, jadi begini, ko bisa" 
        "Udahlah mendingan gw cukup sampai disini aja"
"cape gw, tiap hari pelayanan tapi gw ga diberkati" 
       "cape2 setia tapi kayaknya Tuhan ga tau deh kalau aku setia mati2" an?!"

Jangan cepat menyimpulkan sesuatu. Ingat  jalan Tuhan ga bisa terselami  oleh manusia. mungkin pelayanan kita seperti ini karna karna kita ga sungguh-sungguh melayani, atau bisa jadi begini dan  begitu, pelayanan kita ga diberkati, ga bertumbuh padahal kita udah mati-matian setia karna diri kita sendiri. Kita koreksi diri kita apakah kita sudah benar dihadapa Tuhan, apakah pelayanan kita berkanan buat Tuhan, apakah kesetiaan kita dilandasi Takut akan Tuhan? karena ga cukup jika kita hanya setia tetapi kita ga takut Sama Tuhan, sama aja bohong kan? 

Ambil waktu bersama Tuhan, ngomong secara pribadi sama Tuhan ( berdoa ) dan ambil keputusan untuk tetap setia sama Tuhan, maka Tuhan akan memeperhitungkan kesetiaan kita, seprti Ayub, Tuhan memperhitungkan kesetiaan Ayub dan mengembalikan  seluruh kepunyaannya yang sudah hilang bahkan Alkitab mencatat dua kali lipat Allah berikan kepada Ayub. Allah memberkati Ayub hingga ia mati ( Ayub 42:10-17 ). Allah juga akan memberkati kita saat kita sabar dan setia kepada Tuhan.

Be a Worker 4 Christ

 Yeremia 1:1-19

Yeremia 1:5
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
__________________________________________________________________ 
Boys en Girl,  kalian mungkin sudah membaca dan mungkin hafal dengan kisah Yeremia ini saat ia dipanggil
Allah untuk menjadi nabi dan bernubuat bagi bangsa-bangsa. sedikit BC uraikan ceritanya, Yeremia pada awalnya menolak tawaran Allah ini (Yer 1:6). Alasannya karna dia masih muda en ga pandai berbicara. dari perkataan Yeremia ini BC dapat menyimpulkan bahwa Yeremia memiliki 3 hal dalam dirinya yaitu:

Pertama : ga Pe'De. alias ga percaya diri. Yeremia ga percaya dengan kemampuan dirinya sendiri. (Yer 1:9)
Kedua : Rasa Takut.(Yer 1:8) "Yang bener aja Tuhan ini, masa gw masih muda tapi disuruh menasihati Bangsa, kalau sedikit sih oke, ini banyak bisa-bisa dibacok gw..." mungkin seperti itu kata-kata Yeremia saat Tuhan mengutarakan Firman-Nya. ia takut, karna ia bukan berbicara kepada anak kecil tapi kepada bangsa-bangsa dan raja-jara yang besar.
Ketiga : Ragu en Ga percaya  "Apa mungkin bisa gw bernubuat?! untung-untung kalau mereka dengerin gw..." But  God know, Lalu Allah menguatkan Yeremia n memberi semangat ( Yer 1:7) tapi ga hanya itu Allah membuktikan kalau Ia bukan sekedar memberi perintah, Yer 1:9, Allah memberi Yeremia karunia, n memberi kuasa untuk melakukan perkara-perkara besar (Yer 1:10) Wow...! it's great.

Boys en Girs, BC  mau ngajak kita untuk memejamkan mata sejenak "tapi setelah baca renungan ini" renungkan pribadi kita masing, pernah ga sih kita merasa bahwa Tuhan mau kita menjadi pekerja bagi-Nya dengan melayani-Nya dimana aja? lalu bagaimana tindakan kita, apakah kita menolak dengan 3 hal yang ada pada Yeremia? atau alasan-alasan ( "aku kan....?" ). Mungkin keadaan disekitar kita ga seperti keadaan pada zaman nabi Yeremia, Tuhan ga langsung datang berbicara secara empat mata kepada kita untuk menawarkan pekerjaan bagi kita. Tapi secara tidak sadar Tuhan ingin kita menjadi pekerja bagi kerajaan-Nya,  
(Mat 28:19-20, Mat 5:13, Mat 5:16 ). mungkin Allah ga langsung mengulurkan tangannya dan menjamah bagian tubuh kita lalu sekejap kita mendapat karunia, Yer 1:5 membuktikan bahwa Allah telah mengenal kita jauh sebelum kita dilahirkan, maka dari itu Allah tentunya sudah punya planing buat hidup kita en Dia sudah melengkapi kita dengan karunia-karunia yang unique ga mungkin seorang prajurit berperang tanpa senjata. So, ga ada alasan lg untuk kita menolak menjadi pekerja bagi Allah, 

You know jika kita menolak pekerjaan Allah? Nabi Yunus sudah pernah merasakan hal pahit ketika ia mencoba menentang kehendak Allah. 

Menjadi pekerja Allah ga harus berkhotbah teriak-teriak seperti pendeta didepan mimbar. yang ada malah kita akan dilempari, karna kita di kira orang gila ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba ngoceh didepan jemaat. atau berkhotbah di lampu merah. Maksud BC, sebagai pekerja Tuhan, kita sudah diberi batas en  jalur masing-masing sesuai karunia kita. BC percaya setiap anak Tuhan pasti memiliki banyak karunia.

BC mau setelah membaca kisa Yeremia ini kita bisa mengambil komitmen untuk menerima setulus hati pekerjaan yang diberikan Tuhan untuk kita, ga mesti ada kata "tapi", ga harus ada kata "aku kan..." , ga ada kata "malu, aku ga bisa," ga ada penawaran. Hal kecil yang dapat kita lakukan sebagai pekerja Allah ialah dengan melayani digereja dimana kita dinggal dengan talenta kita, menjadi saksi bagi Kristus dilingkungan sekitar kita dengan menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan dalam kesucian kita."